Senin, 21 Oktober 2013

Pemberi dan Penikmat "Harapan Palsu"

Berhenti mengharapkan orang yan selalu kita harapkan itu ... SULIT.
Kita sudah terbiasa berharap, dan kitapun sudah terbiasa menikmati harapan-harapan yang terkadang kita tahu bahwa itu SEMU!
Mungkin, ini sama seperti saat kita menyianyiakan orang yang menyayangi kita.
Kita biasa mendapat perhatian mereka, dan kita pun terbiasa menyianyiakan mereka.
Tetapi ketika orang itu merasa lelah, dan hendak pergi.
Kita mulai mencari-cari orang itu, kita mulai merasa butuh.
Dan entah sadar atau tidak, kita memberi harapan kepada orang itu.
Padahal kita tahu itu salah, tapi kita tetap melakukannya.
Yang sebenarnya, kita hanya ingin mendapat perhatian dari orang itu lagi.
Sadar atau engga, itu menyakiti orang yang menyayangi kita.
Dan itu pun terjadi juga pada kita, ketika kita mulai mengharapkan orang lain.
Saat kita ingin pergi, tibatiba dia memberi harapan.
Tapi saat kita setia menunggunya, dia malah menyianyiakan kesetiaan kita.
Entah ini karma atau bukan, yang pasti setiap orang ingin di kejar, dan mengejar.
Meski terkadang kita mengejar orang yang salah dan menyianyiakan orang yang mengejar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar